Setelah hampir tujuh tahun absen, kabar kembalinya Ruben Loftus-Cheek ke skuad Timnas Inggris jadi salah satu topik paling ramai dibahas di dunia sepak bola. Gelandang AC Milan itu terakhir kali mengenakan jersey The Three Lions pada 2018. Sejak saat itu, perjalanan kariernya sempat naik-turun karena cedera panjang dan inkonsistensi performa.

Kini, penampilannya yang konsisten bersama Milan membuat Gareth Southgate (atau pelatih baru Inggris bila sudah berganti) tak ragu untuk memanggilnya kembali. Hal ini dianggap sebagai bukti ketekunan dan mental baja dari seorang Ruben Loftus-Cheek.

Perjalanan Karier Loftus-Cheek

Lahir dan besar di akademi Chelsea, Ruben Loftus-Cheek digadang-gadang sebagai gelandang masa depan Inggris. Ia sempat dipinjamkan ke Crystal Palace untuk menambah jam terbang, dan penampilan impresifnya kala itu membuatnya masuk skuad Piala Dunia 2018.

Namun, cedera achilles yang dideritanya pada 2019 hampir menghancurkan kariernya. Loftus-Cheek butuh waktu lama untuk kembali ke level terbaik. Ia sempat dipinjamkan ke Fulham sebelum akhirnya menemukan rumah baru di Italia bersama AC Milan. Di Serie A, ia berkembang pesat, memperlihatkan kekuatan fisik dan kreativitas yang membuat namanya kembali diperhitungkan.

Peran di AC Milan

Kepindahan ke Milan pada musim 2023/24 menjadi titik balik. Di bawah asuhan Stefano Pioli, Ruben Loftus-Cheek dipercaya sebagai bagian dari lini tengah. Mobilitasnya, kemampuan menguasai bola di bawah tekanan, serta naluri menyerangnya menjadikannya salah satu motor serangan Rossoneri.

Musim lalu, ia mencetak beberapa gol penting di Serie A dan Liga Champions. Kombinasi teknik dan fisik membuatnya berbeda dari tipikal gelandang Inggris pada umumnya. Tak heran jika penampilan konsisten di Milan akhirnya membuka jalan untuk dipanggil kembali ke timnas.

Alasan Pemanggilan Kembali

Ada beberapa alasan kenapa Ruben Loftus-Cheek kembali ke skuad Inggris:

  1. Performa stabil di Milan – kontribusinya nyata baik dalam menyerang maupun bertahan.
  2. Kedalaman skuad – Inggris membutuhkan opsi tambahan di lini tengah setelah beberapa pemain kunci cedera.
  3. Pengalaman internasional – meski absen lama, ia punya pengalaman tampil di turnamen besar.

Faktor-faktor tersebut membuat kembalinya Loftus-Cheek dianggap wajar, bahkan bisa memberi kejutan positif bagi skuad Inggris.

Tantangan di Timnas Inggris

Meski kembali dipanggil, jalan Loftus-Cheek di timnas tak akan mudah. Persaingan lini tengah Inggris sangat ketat, dengan hadirnya nama-nama seperti Declan Rice, Jude Bellingham, hingga Conor Gallagher. Untuk merebut tempat utama, Ruben Loftus-Cheek harus membuktikan dirinya mampu tampil konsisten dan bermanfaat dalam sistem permainan.

Selain itu, ia juga harus menunjukkan bahwa fisiknya benar-benar siap menghadapi jadwal padat internasional. Publik Inggris tentu berharap ia bisa mengulang performa solidnya bersama Milan saat mengenakan jersey Three Lions.

Reaksi Publik dan Media

Kabar pemanggilan Ruben Loftus-Cheek memunculkan reaksi beragam. Sebagian fans merasa senang karena ini bukti kerja kerasnya berbuah hasil. Media Inggris pun banyak yang menyebut comeback ini sebagai salah satu cerita inspiratif musim ini.

Namun, ada juga yang mempertanyakan keputusan tersebut, mengingat banyak gelandang muda lain yang bersinar di Premier League. Meski begitu, kepercayaan pelatih tetap menjadi faktor utama, dan Loftus-Cheek punya kesempatan emas membuktikan diri.

Prediksi Dampak di Laga Internasional

Jika diberi menit bermain, Ruben Loftus-Cheek bisa memberikan warna berbeda bagi lini tengah Inggris. Posturnya yang besar membantu duel fisik, sementara kemampuan menembus lini pertahanan lawan bisa jadi senjata tambahan.

Bila ia mampu menjaga konsistensi, tak menutup kemungkinan Loftus-Cheek kembali jadi bagian penting dalam proyek jangka panjang Inggris menuju turnamen besar berikutnya.

Comeback Ruben Loftus-Cheek setelah hampir tujuh tahun absen menjadi kisah inspiratif di sepak bola modern. Dari pemain yang hampir terpuruk karena cedera, kini ia kembali dipercaya memperkuat Timnas Inggris. Tantangan masih banyak, tapi peluang untuk menulis bab baru dalam karier internasionalnya terbuka lebar.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *