Meski sudah berusia 42 tahun, Luka Modric belum ingin menutup karier internasionalnya. Ia masih membuka peluang tampil bersama Kroasia di Piala Eropa 2028. Gelandang veteran ini menjaga kebugaran dan semangat seperti saat masih muda.
Modric sudah mencatat lebih dari 160 penampilan untuk timnas. Ia ingin tetap berguna bagi Kroasia, baik di dalam maupun di luar lapangan. Bagi pemain muda, Modric adalah panutan dan sumber motivasi.
Kroasia Tak Mau Kehilangan Aura Pemimpin di Piala Eropa 2028
Kroasia memang sudah memasuki era regenerasi, dengan sejumlah pemain muda seperti Luka Sucic, Martin Baturina, dan Josip Sutalo mengambil alih posisi kunci. Namun, pelatih kepala tetap melihat Modric sebagai sosok yang mampu menjaga stabilitas tim, terutama di turnamen besar seperti Piala Eropa 2028.
Walau tidak lagi menjadi starter reguler, kehadiran Modric di skuad membawa pengaruh besar dalam hal mentalitas dan kepemimpinan. Ia menjadi jembatan antara pemain senior dan junior, dan tak jarang memberi arahan taktis di luar lapangan.
Kehadirannya dalam sesi latihan juga disebut memotivasi pemain muda. Mereka menganggap Modric sebagai inspirasi hidup, karena kemampuannya menjaga performa di usia kepala empat adalah hal yang langka dalam sepak bola modern.
- Peran Modric Masih Dibutuhkan Kroasia
Kroasia kini dalam masa transisi. Banyak wajah baru seperti Luka Sucic, Martin Baturina, dan Josip Sutalo mulai ambil peran. Namun, pelatih Zlatko Dalic masih melihat Modric sebagai figur penting.
Meskipun tak selalu jadi starter, Modric tetap memberi pengaruh besar. Ia membantu menjaga mentalitas tim dan membimbing pemain muda. Dalam sesi latihan, nasihat dan contoh dari Modric sangat berarti.
Piala Eropa 2028 Bisa Jadi Turnamen Terakhir
Modric menyebut Piala Eropa 2028 sebagai “perjalanan pamungkasnya”. Ia sadar fisiknya tak lagi seperti dulu, namun semangatnya belum habis.
“Kalau pelatih butuh saya, saya siap. Saya tidak main untuk nama besar, tapi untuk bantu tim,” ujarnya.
Pendukung Kroasia pun terbelah. Ada yang ingin regenerasi total. Ada pula yang berharap Modric menutup kariernya dengan tampil di satu turnamen besar lagi. Pelatih pun belum menutup peluang itu terjadi.
Warisan yang Ditinggalkan Modric
Jika bermain di Piala Eropa 2028, Modric akan menjadi pemain tertua Kroasia di turnamen besar. Tapi warisannya jauh lebih dari sekadar statistik.
Dedikasi, disiplin, dan kesederhanaannya menjadi teladan. Ia membuktikan bahwa umur bukan halangan untuk tetap memberi kontribusi maksimal. Di mata suporter, Modric adalah legenda sejati.
Pemain muda Kroasia akan mewarisi semangat yang ia bawa. Banyak yang tumbuh menyaksikan Modric, dan kini berpeluang bermain bersamanya. Pengaruhnya akan terus terasa, bahkan setelah ia pensiun.
Rencana Modric Setelah Gantung Sepatu
Kalau benar Euro 2028 jadi turnamen terakhir, banyak yang yakin Modric tak akan jauh dari dunia sepak bola. Ia dinilai cocok jadi pelatih, atau mengambil posisi penting di Federasi Sepak Bola Kroasia (HNS).
HNS bahkan sudah membuka peluang memberi Modric peran strategis setelah pensiun. Kontribusinya selama lebih dari dua dekade memang sulit dilupakan. Ia bukan hanya pemain hebat, tapi juga duta sepak bola Kroasia.
Jika Modric benar-benar pensiun setelah Euro 2028, publik sepak bola yakin ia tidak akan jauh-jauh dari dunia bola. Banyak yang memperkirakan ia akan menjadi pelatih atau direktur teknis, baik di level klub maupun timnas.
Federasi Sepak Bola Kroasia (HNS) bahkan sudah membuka kemungkinan memberi posisi strategis untuk Modric setelah ia gantung sepatu. Langkah ini dianggap wajar, mengingat kontribusi Modric tak ternilai selama dua dekade terakhir.

